Selasa, 11 Juni 2013

Cara Cepat Beradaptasi Di Lingkungan Baru


Cara Cepat Beradaptasi Di Lingkungan Baru




 Tak bisa dipungkiri, ketika seseorang memasuki lingkungan kerja yang baru akan ada masalah-masalah yang tak terduga akan muncul. Masalagh yang timbul tergantung pada level mana Anda akan masuk. Pada tataran level bawah atau staf biasanya tidak akan terlalu sulit. Namun pada tataran yang lebih tinggi biasanya lebih berpotensi menimbulkan masalah. Permasalahan yang mungkin timbul karena adanya perbedaan yang tajam pada masalah iklim kerja, baik itu disiplinnya, aura kompetisi, hingga suasana team work. Selain itu, adanya lingkungan sosial, kebijakan manajemen, perbedaan gaya kepentingan atasan, sarana prasarana kerja, sampai kejelasan tugas yang Anda terima bisa menimbulkan masalah. Yang fatal, ketika ada masalah yang berkaitan dengan masalah hubungan interpersonal dimana berkaitan dengan sikap dan karakter atasan, bawahan, kolega, yang tidak selalu welcome dengan orang baru. Lalu, bagaimana kita harus menyikapinya? Pada dasarnya memang kita harus bersikap layaknya diri sendiri, sejauh Anda yakin memiliki sikap dan kebiasaan yang positif. Selain itu, seseorang harus bisa menyikapi secara bijak permasalahan yang nantinya akan timbul. Diharapkan mereka bisa memilah-milah masalah tersebut dan jadikan sebagai pengalaman baru yang dapat diambil hikmahnya di kemudian hari. 

Tips cepat beradaptasi di lingkungan baru : 
>>Tunjukkan kesan baik dengan datang ke tempat kerja tepat pada waktunya.
 >>Jangan berpenampilan berlebihan atau berbeda jauh dengan lingkungan. 
.>>Tunjukkan sikap ramah dan antusiasme dalam berinteraksi dengan orang baru. 
>>Tunjukkan sikap kooperatif tanpa kehilangan sikap asertif. 
>>Dekati rekan-rekan yang menurut feeling Anda cukup ramah dan welcome.
 >>Prioritaskan untuk mendekati rekan kerja yang memiliki hubungan keterkaitan kerja.
>> Miliki sikap percaya diri dan keteguhan hati sehingga Anda tidak mudah dipermainkan.
>>Jangan malu bertanya kalau memang tidak tahu, tetapi juga jangan sok tahu. Namun sebaiknya jangan terlalu banyak bertanya supaya Anda tidak terkesan tidak tahu apa-apa. Anda tidak mau dianggap mengganggu konsentrasi kerja rekan Anda pastinya.

Sumber: www.sidoharjo.com

Selasa, 21 Mei 2013

Seharusnya Kata-kata Itu Tak Terucap Oleh ku....!!!!

Seharusnya Kata-kata Itu Tak Terucap Oleh ku....!!!!


      Sedih sekali rasa hati ketika kata-kata menyerah di dengar oleh orang tua, dia begitu tegasnya memberi semangat, terus lah nak...coba lah dulu nak, siapa tau disana kamu temukan hidup mu,,dan setiap kali aku mengeluh dan seketika itu juga ibuku terus memberikan dorongan semangat yang tak pernah henti2nya beliau beisikkan ketelinga ku dengan nada lemut tetap tegas "kamu pasti bisa yang penting teruslah berusaha dan berdoa"

Minggu, 19 Mei 2013

APAKAH FOBIA SOSIAL ITU?

Fobia Sosial

Fobia Sosial adalah ketakutan menetap dan tidak rasional yang umumnya berkaitan dengan keberadaan orang lain. Fobia ini dapat sangat merusak, sedemikian parah sehingga angka bunuh diri pada orang-orang yang menderita fobia ini jauh lebih tinggi dibanding pada mereka yang menderita gangguan anxietas lain (Schneier dkk., 1992). Memang, istilah "gangguan anxietas sosial" baru-baru ini diajukan sebagai istilah yang lebih tepat karena beratnya masalah dan konsekuensi negatif bagi orang-orang yang mengalaminya jauh lebih besar dibanding fobia lain (Hebowitz dkk., 2000).
lndividu yang menderita fobia sosial biasanya mencoba menghindari situasi dimana ia mungkin dinilai dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau berperilaku secara memalukan. Ketakutan yang ditunjukkan dengan keringat berlebihan atau memerahnya wajah merupakan hal jamak. Berbicara atau melakukan sesuatu di depan pubhk, makan di tempat umum, menggunakan toilet umum, atau hampir semua aktivitas lain yang dilakukan di tempat yang terdapat orang lain dapat menimbulkan kecemasan ekstrem, bahkan serangan panik besar-besaran. Orang-orang yang menderita fobia sosial sering kah bekerja dalam pekerjaan atau profesi yang jauh di bawah kemampuan atau kecerdasan mereka karena sensitifitas sosial ekstrem yang mereka alami jauh melebihi apa yang kita pikirkan tentang rasa malu—sangat merugikan secara emosional. Lebih baik mengerjakan pekerjaan bergaji rendah daripada setiap hari berhadapan dengan orang lain dalam pekerjaan yang lebih berbarga.
Fobia sosial dapat bersiat umum atau khusus, tergantung rentang situasi yang ditakuti dan dihindari. Orang-orang dengan tipe umum mengalami fobia ini pada usia yang lebih awal, lebih banyak komorbiditas dengan berbagai gangguan lain, seperti depresi dan kecanduan alkohol, dan hendaya yang lebih parah (Mannuza dkk., 1995; Wittchen, Stein, 6: Kessler, 1999). Gangguan anxietas sosial cenderung menjadi kronis jika penanganannya tidak berhasil.
          Fobia sosial cukup jamak terjadi, dengan angka prevalensi sepanjang hidup 11 persen pada laki-laki dan 15 persen pada perempuan (Kessler dkk., 1994; Magee dkk., 1996). Fobia ini memiliki tingkat komorbiditas tinggi dengan berbagai gangguan lain dan seringkali terjadi bersamaan dengan gangguan menghindar, gangguan mood, dan penyalahgunaan alkohol (Crum & Pratt, 2001; Jansen dkk., 1994; Kessler dkk., 1999; Lecrubier & Weiller, 1997). Seperti diharapkan, awal terjadinya biasanya pada masa remaja, saat kesadaran sosial dan interaksi dengan orang lain menjadi sangat penting dalam kehidupan seseorang, namun seperti akan kita bahas nanti (blm. 199), ketakutan semacam itu juga ditemukan pada anak-anak. Seperti halnya fobia spesifik, fobia sosial cukup bervariasi dalam berbagai budaya. Sebagai contoh, seperti telah dicatat sebelumnya, di jepang ketakutan menyakiti orang lain merupakan hal yang sangat penting, sedangkan di Amerika Serikat ketakutan dinilai secara negatif oleh orang lain lebih jamak. 

Sumber : Psikologi Abnormal Edisi ke-9 : Gerald C Davidson, John M. Neale, Ann M Kring : 2006
               Phobia-disorder.blogspot.com

Sabtu, 18 Mei 2013

JENIS-JENIS PHOBIA

JENIS-JENIS PHOBIA



   Phobia sendiri merupakan rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu, baik itu pada benda hidup maupun pada jenis benda mati. Katanya seh phobia itu bisa dihilangkan dengan terapi pikiran mensugestikan diri kita untuk melenyapkan rasa takut yang berlebihan itu. Baiklah disini saya tidak akan membicarakan cara mengilangkan phobia, berdasarkan judul artikel saya mari kita lihat beberapa jenis-jenis dari phobia tersebut yang telah saya rangkum dari beberapa narasumber cekidot..dot..dot..

1. Doraphobia (Takut dengan Rambut/Bulu Hewan) 
Orang-orang yang menderita phobia ini memiliki kesulitan untuk berada di dekat hewan yang berbulu seperti anjing atau kucing. Mereka menganggap bulu hewan tersebut menjijikkan. Masih belum diketahui penyebab bulu hewan itu bisa mengganggu penderita phobia ini, namun kemungkinan penyebabnya adalah bulu ini bisa rontok dan kemudian beterbangan kemana-mana, atau mungkin saja penderita phobia ini memiliki alergi bulu dan menganggapnya sebagai rasa takut yang berlebihan.
2. Pediophobia (Takut dengan Boneka) 
Phobia ini sebenarnya masih bisa dimaklumi. Pediophobia merupakan rasa takut akan boneka atau figure sejenis yang menggambarkan wujud manusia, seperti manekin atau robot berwujud manusia. Benda mati yang menyerupai manusia, terutama tekstur wajah, bisa terlihat mengerikan bahkan oleh yang bukan penderita phobia ini. Bisa dibilang ini merupakan contoh dari tempat yang diberi istilah uncanny valley, yaitu tempat dimana suatu buatan bisa menyerupai bentuk aslinya.
3. Barophobia (Takut dengan Gravitasi) 
Tampaknya terdengar aneh memiliki rasa takut dengan hal yang menopang dunia ini. Namun gravitasi bisa saja menjadi berbahaya dalam situasi tertentu. Seseorang mungkin pernah mengalami terjatuh dari ketinggian atau melihat bangunan yang rubuh. Dari situlah penderita phobia ini menganggap gravitasi sebagai kekuatan jahat yang bisa menghancurkan dunia. 

4. Verbophobia (Takut dengan Kata-kata) 
Bahasa verbal merupakan dasar pembentuk masyarakat dan komunitas. jadi phobia ini bisa menjadi mengganggu penderitanya karena kehidupan kita tidak bisa lepas dari bahasa verbal. Penderita phobia ini kemungkinan memiliki rasa takut dengan tulisan atau ucapan, kata yang pendek atau panjang dalam bahasa apapun, tergantung si penderita itu sendiri. Bisa juga yang ditakuti merupakan kalimat atau frase tertentu. 

5. Spectrophobia (Takut dengan Cermin atau Refleksi)
Rasa takut yang intens terhadap cermin merupakan hal yang luar biasa. Para penderitanya memiliki alasan masing-masing mengenai phobia ini. Ada yang berpendapat kalau cermin adalah pintu masuk menuju dimensi lain. Sementara yang lain memiliki alasan yang lebih kompleks, kemungkinan diakibatkan oleh yang menyangkut imej diri mereka sendiri atau penampilan fisik mereka.
6. Claustrophobia (Takut Pada Ruang Tertutup)
Claustrophobia dapat berkisar dari ringan sampai parah. Dalam kasus yang parah, penderita bisa mengalami kecemasan dari hanya sekedar menutup pintu kamar tidur.
Banyak penderita claustrophobia menemukan bahwa rasa takut mereka secara khusus dipicu oleh situasi umum tertentu seperti memasuki lift atau naik pesawat terbang. Beberapa orang menemukan claustrophobia terdiagnosis saat menjalani MRI.

7. Nyctophobia (Takut Pada Kegelapan)
Ketakutan ini umum dan biasanya bersifat sementara pada anak-anak. Jika berlangsung lebih dari enam bulan dan menyebabkan kecemasan yang ekstrim, mungkin akan didiagnosis sebagai phobia. Phobia ini jarang terjadi pada orang dewasa.

8. Ophidiophobia (Takut Pada Ular)
Ophidiophobia mengacu khusus untuk ular. Jika terjadi ketakutan pada reptil lainnya juga, maka lebih umum di klasifikasikan pada herpetophobia (takut pada reptil).
Orang yang menderita phobia ini tidak hanya takut menyentuh ular. Mereka juga menunjukkan rasa takut ketika melihat gambar ular atau bahkan berbicara tentang mereka.

9. Arachnophobia (Takut Pada Laba-laba)
Ini adalah phobia hewan yang sangat umum. Penderita umumnya takut jaring laba-laba dan tanda-tanda lain yang meg-identifikasikan bahwa laba-laba mungkin ada di sekitarnya. Mereka juga takut gambar laba-laba.

10. Trypanophobia (Takut Pada Jarum injeksi/jarum suntik atau Medis)
Trypanophobia adalah phobia medis. Ketakutan pada jarum non medis dikenal sebagai aichmophobia.
Trypanophobia dapat mengakibatkan respon fisiologis yang serius termasuk tekanan darah sangat rendah dan pingsan. Dalam beberapa kasus, trypanophobia parah dapat menyebabkan penderita akan menghindari semua perawatan medis.

11. Astraphobia (Takut Pada Petir dan Kilat)
Phobia ini umum terjadi pada anak-anak. Jika sudah parah dan berlanjut selama lebih dari enam bulan, barulah dapat didiagnosis sebagai phobia.
Baik orang dewasa dan anak-anak cenderung untuk berurusan dengan rasa takut dengan mencari “tempat tinggal”, mengamankan diri dari jendela di mana hal tersebut tidak dapat dilihat.

12. Nosophobia (Takut Memiliki Penyakit)
Nosophobia adalah ketakutan irasional menderita penyakit tertentu. Hypochondriasis adalah gangguan yang terkait ditandai dengan rasa takut terus-menerus memiliki penyakit yang tidak ditentukan. Penderita phobia ini akan menjadi sering ke dokter atau malah menghindari dokter karena takut mendengar berita buruk.
Medical Student’s Disease dan cyberchondria adalah bentuk-bentuk nosophobia. Kondisi ini timbul saat penderita meneliti penyakit dan kemudian mulai percaya bahwa ia memiliki gejala penyakit itu.

13. Mysophobia AKA Germophobia (Takut Pada Kuman)
Phobia ini adalah ketakutan yang intens terkontaminasi oleh kuman. Hal ini terkait dengan gangguan obsesif-kompulsif, yang sering ditandai dengan berulang mencuci tangan. Namun, bagi penderita OCD fokusnya adalah pada tindakan cuci tangan itu sendiri, sementara penderita mysophobia mencuci tangan untuk menghapus kontaminasi.

14. Triskaidekaphobia (Takut Pada Angka 13)
Ada beberapa kontroversi mengenai triskaidekaphobia, karena banyak ahli melihatnya sebagai takhayul daripada phobia yang sesungguhnya. Meski demikian, triskaidekaphobia begitu meresap dalam kebudayaan Barat yang telah benar-benar mempengaruhi dunia modern.

Dan inilah jenis-jenis Bhobia yang lainnya:
Takut Air = Hydrophobia,
Takut Agama = Theologicophobia,
Takut Alat Kelamin = Kolpophobia,
Takut Aliran Udara = Aerophobia,
Takut Alkohol = Methyphobia,
Takut Alkohol = Potophobia,
Takut Amnesia = Amnesiphobia,
Takut Anggur = Oenophobia,
Takut Angin = Ancraophobia,
Takut Angka = Arithmophobia,
Takut Angka 13 – Triskaidekaphobia,
Takut Angka 8 = Octophobia,
Takut Anjing = Cynophobia,
Takut Anjing Laut = Lutraphobia,
Takut Anus = Rectophobia,
Takut Api = Arsonphobia,
Takut Api = Pyrophobia,
Takut Awan = Nephophobia,
Takut Ayam = Alektorophobia,
Takut Ayan = Hylephobia,
Takut Badut = Coulrophobia,
Takut Bahan Kimia – Chemophobia,
Takut Bangunan Tinggi = Batophobia,
Takut Banjir = Antlophobia,
Takut Bapak Tiri = Vitricophobia,
Takut Batu Nisan = Placophobia,
Takut Bau Badan = Bromidrosiphobia,
Takut Bau Bauan = Olfactophobia,
Takut Bau Busuk = Autodysomophobia,
Takut Bawa Mobil – Amaxophobia,
Takut Bawang Putih = Alliumphobia,
Takut Bayangan = Sciaphobia,
Takut Bebas = Eleutherophobia,
Takut Belanda = Dutchphobia,
Takut Benang = Linonophobia,
Takut Benda di Sebelah Kanan = Dextrophobia,
Takut Benda di Sebelah Kiri = Levophobia,
Takut Berantakan = Ataxophobia,
Takut Berbicara = Laliophobia,
Takut Bercinta = Malaxophobia,
Takut Bercinta = Sarmassophobia,
Takut Berdosa = Hamartophobia,
Takut Berfikir = Phronemophobia,
Takut Berita Baik = Euphobia,
Takut Berjalan = Stasibasiphobia,
Takut Berjanji = Enissophobia,
Takut Berkotbah = Homilophobia,
Takut Berlarut = Apeirophobia,
Takut Bersenggama = Coitophobia,
Takut Bertanggung Jawab = Hypegiaphobia,
Takut Binatang = Zoophobia.
Takut Binatang Liar = Agrizoophobia,
Takut Binatang Melata = Herpetophobia,
Takut Bintang = Astrophobia,
Takut Bintang = Siderophobia,
Takut Bintang Berekor = Cometophobia,
Takut Bom Atom = Atomosophobia,
Takut Boneka = Pediophobia,
Takut Boneka Bersuara Perut = Automatonophobia,
Takut Bosan = Xerophobia,
Takut Botak = Phalacrophobia,
Takut Buang Air Besar = Rhypophobia,
Takut Buku = Bibliophobia,
Takut Bulan = Selenophobia,
Takut Bulu Ayam = Pteronophobia,
Takut Bunga = Anthophobia,
Takut Bunga Es = Pagophobia,
Takut Bungkuk = Kyphophobia,
Takut Burung = Ornithophobia,
Takut Buta = Scotomaphobia,
Takut Cabut Gigi = Odontophobia,
Takut Cacing = Helminthophobia,
Takut Cacing = Scoleciphobia,
Takut Cacing Pita = Taeniophobia,
Takut Cacing Pita **** = Trichinophobia,
Takut Cahaya = Photophobia,
Takut Cahaya dari Utara = Auroraphobia,
Takut Caplak = Phthiriophobia,
Takut Cemburu = Zelophobia,
Takut Cermin = Catoptrophobia,
Takut Cina = Sinophobia,
Takut Corak Baru – Cainophobia
Takut Daerah Perbatasan = Claustrophobia,
Takut Daging = Carnophobia,
Takut Dagu = Geniophobia,
Takut Danau = Limnophobia,
Takut Darah = Hemaphobia,
Takut Debu = Amathophobia,
Takut Debu = Koniophobia,
Takut Demam = Febriphobia,
Takut Demam = Fibriophobia,
Takut Demo = Daemonophobia,
Takut dengan Seks = Erotophobia,
Takut Dewa = Zeusophobia,
Takut Di dalam Rumah = Oikophobia,
Takut di Ejek = Katagelophobia,
Takut di Hipnotis = Hynophobia,
Takut Di pandang = Opthalmophobia,
Takut Diabaikan = Athazagoraphobia,
Takut Dibatasi – Merinthophobia,
Takut Dibenci = Melophobia,
Takut Dicekik = Pnigophobia,
Takut Dicuri = Cleptophobia,
Takut Dihukum = Mastigophobia,
Takut Dihukum Berat = Rhabdophobia,
Takut Dikubur Sendirian =Taphephobia,
Takut Diluar Ruangan =Spacephobia,
Takut Dingin =Cheimaphobia,
Takut Dingin =Psychrophobia,
Takut Dinilai Negatif =Socialphobia,
Takut Diracun =Toxicophobia,
Takut Dirampok =Harpaxophobia,
Takut Disentuh =Aphenphosmphobia,
Takut Disentuh – Chiraptophobia,
Takut Disentuh =Haphephobia,
Takut Disuntik =Trypanophobia,
Takut Ditatap =Scopophobia,
Takut Ditertawakan =Catagelophobia,
Takut Ditinggal Sendiri =Eremophobia,
Takut Dokter Gigi =Dentophobia,
Takut Dubur =Proctophobia,
Takut Duduk =Cathisophobia,
Takut Duduk =Taasophobia,
Takut Duduk di Bawah =Kathisophobia,
Takut Emas =Aurophobia,
Takut Es Batu =Cryophobia,
Takut Fenomena Kosmis =Kosmikophobia,
Takut Filosofi =Philosophobia,
Takut Gagal =Atychiphobia,
Takut Gagap =Psellismophobia,
Takut Gatal =Acarophobia,
Takut Gatal =Pellagrophobia,
Takut Gedung Pertunjukan =Theatrophobia,
Takut Gelap =Achluophobia,
Takut Gelap =Lygophobia,
Takut Gelas =Hyelophobia,
Takut Gelombang =Kymophobia,
Takut Gembira =Cherophobia,
Takut Gerakan =Kinetophobia,
Takut Gereja =Ecclesiophobia,
Takut Getaran =Tremophobia,
Takut Gravitasi =Barophobia,
Takut Guntur =Ceraunophobia,
Takut Halloween =Samhainophobia,
Takut Hamil =Tocophobia,
Takut Hantu =Bogyphobia,
Takut Hantu =Phasmophobia,
Takut Hantu =Spectrophobia,
Takut Hujan =Ombrophobia,
Takut Hujan =Pluviophobia,
Takut Hukum =Dikephobia,
Takut Hukuman =Poinephobia,
Takut Hutan =Hylophobia,
Takut Hutan =Xylophobia,
Takut Hutan di Malam Hari =Nyctophobia,
Takut Ibu Tiri =Novercaphobia,
Takut Ide =Ideophobia,
Takut Ide Baru =Cenophobia,
Takut Ikan =Ichthyophobia,
Takut Inggris =Anglophobia,
Takut Insektisida =Entomophobia,
Takut Istilah Latin =Hellenologophobia,
Takut Jadi Gila =Lysssophobia,
Takut Jadi Homoseks =Homophobia,
Takut Jahudi =Judeophobia,
Takut Jalan =Ambulophobia,
Takut Jamur =Mycophobia,
Takut Jarum =Aichmophobia,
Takut Jatuh – Basiphobia
Takut Jatuh Cinta =Philophobia,
Takut Jelek =Cacophobia,
Takut Jembatan Penyeberangan =Gephydrophobia,
Takut Jenggot =Pogonophobia,
Takut Jenis Kelamin Berbeda =Heterophobia,
Takut Jepang =Japanophobia,
Takut Jerman =Germanophobia,
Takut Jerman =Teutophobia,
Takut Jomblo =Anuptaphobia,
Takut Jum’at ke 13 =Paraskavedekatriaphobia,
Takut Kabut =Homichlophobia,
Takut Kacang =Arachibutyrophobia,
Takut Kaget =Hormephobia,
Takut Kain Lap =Vestiphobia,
Takut Kain Satin =Satanophobia,
Takut Kalah =Kakorrhaphiophobia,
Takut Kanker – Carcinophobia,
Takut Kanker =Cancerophobia,
Takut Kata Kata =Logophobia,
Takut Kata Kata =Verbophobia,
Takut Kata Panjang = Hippopotomonstrosesquippedaliophobia,
Takut Kata yang Panjang =Sesquipedalophobia,
Takut Katak =Ranidaphobia,
Takut Kaya =Plutophobia,
Takut Ke Sekolah =Didaskaleinophobia,
Takut Kecelakaan =Dystychiphobia,
Takut Kedalaman =Bathophobia,
Takut Kedokter =Iatrophobia,
Takut Kegelapan =Myctophobia,
Takut Kegelapan =Scotophobia,
Takut Kejatuhan Benda =Atephobia,
Takut Kekacauan =Demophobia,
Takut Kelahiran =Parturiphobia,
Takut Kelainan Bentuk =Dysmorphophobia,
Takut Kelamin Wanita =Eurotophobia,
Takut Kemajuan =Prosophobia,
Takut Kembali ke Rumah =Nostophobia,
Takut Kembung =Anginophobia,
Takut Kencing =Urophobia,
Takut Keramaian =Agoraphobia,
Takut Kerang-Kerangan =Ostraconophobia,
Takut Kereta Api = Diderodromophobia,
Takut Keriput =Rhytiphobia,
Takut Kerja Berlebihan =Ponophobia,
Takut Kertas =Papyrophobia,
Takut Kesakitan =Agliophobia,
Takut Ketinggian =Altophobia,,
Takut Ketinggian =Hypsiphobia,
Takut Ketularan =Tapinophobia,
Takut Keturunan =Patroiophobia,
Takut Kezaliman =Tyrannophobia,
Takut Kilat =Brontophobia,
Takut Kodok =Bufonophobia,
Takut Komputer =Cyberphobia,
Takut Komputer =Logizomechanophobia,
Takut Kotor =Automysophobia,
Takut Kotoran =Myxophobia,
Takut Kriminal =Peccatophobia,
Takut Kristal =Crystallophobia,
Takut Kuburan =Coimetrophobia,
Takut Kucing =Ailurophobia,
Takut Kucing =Elurophobia,
Takut Kucing =Felinophobia,
Takut Kuda =Equinophobia,
Takut Kuda =Hippophobia,
Takut Kulit Binatang =Doraphobia,
Takut Kuman =Spermatophobia,
Takut Kunci – Chronomentrophobia,
Takut Kutu =Pediculophobia,
Takut Laba Laba =Arachnophobia,
Takut Laki Laki =Androphobia,
Takut Laki Laki =Arrhenophobia,
Takut Lampu Sorot =Selaphobia,
Takut Laut =Thalassophobia,
Takut Lawan Jenis =Sexophobia,
Takut Lebah =Apiphobia,
Takut Lecet =Amychophobia,
Takut Lelah =Kopophobia,
Takut Lembab =Hygrophobia,
Takut Lengket di Langit Mulut =Arachibutyrophobia,
Takut Listrik =Enochlophobia,
Takut Logam =Metallophobia,
Takut Lompat =Catapedaphobia,
Takut Luka =Dematophobia,
Takut Luka =Traumatophobia,
Takut Lumpuh =Poliosophobia,
Takut Lumpur =Blennophobia,
Takut Lutut – Genuphobia,
Takut Mabuk Udara =Aeronausiphobia,
Takut Makan =Phagophobia,
Takut Makan =Sitiophobia,
Takut Makanan – Cibophobia,
Takut Makanan =Sitophobia,
Takut Mal Praktek =Ergasiophobia,
Takut Malam =Noctiphobia,
Takut Maling =Scelerophobia,
Takut Mandek =Ankylophobia,
Takut Mandi – Ablutophobia,
Takut Marah =Angrophobia,
Takut Masak =Mageirocophobia,
Takut Mata Kabur =Diplophobia,
Takut Mata Mata =Ommatophobia,
Takut Matahari =Heliophobia,
Takut Matahari – Phengophobia,
Takut Mati =Necrophobia,
Takut Mati =Thantophobia,
Takut Melahirkan =Lockiophobia,
Takut Melahirkan =Maieusiophobia,
Takut Melarat – Peniaphobia
Takut Melihat Massa =Ochlophobia,
Takut Membelakangi =Dishabiliophobia,
Takut Membuat Keputusan =Decidophobia,
Takut Membuat Perubahan =Tropophobia,
Takut Membuka Satu Mata =Optophobia,
Takut Membusuk =Seplophobia,
Takut Menari – Chorophobia,
Takut Mencium =Philemaphobia,
Takut Mendengar Kata Tertentu =Onomatophobia,
Takut Menderita =Panthophobia,
Takut Menganggur =Domatophobia,
Takut Mengingat =Mnemophobia,
Takut Menikah =Gamophobia,
Takut Menjadi Sakit =Nosemaphobia,
Takut Menstruasi =Monophobia,
Takut Menua =Gerascophobia,
Takut Menulis di Papan =Scriptophobia,
Takut Menunggu Lama =Macrophobia,
Takut Menyeberang =Agyrophobia,
Takut Menyeberang Jalan =Dromophobia,
Takut Merasa Nyaman =Hedonophobia,
Takut Mertua =Pentheraphobia,
Takut Mertua =Soceraphobia,
Takut Mesin =Mechanophobia,
Takut Meteor =Meterorophobia,
Takut Mikroba =Bacillophobia,
Takut Mikroba =Microbiophobia,
Takut Milik =Orthophobia,
Takut Mimisan =Epistaxiophobia,
Takut Mimpi =Oneirophobia,
Takut Mimpi Basah =Oneirogmophobia,
Takut Minum Obat =Pharmacophobia,
Takut Minuman =Dipsophobia,
Takut Mitos =Mythophobia,
Takut Mobil =Motorphobia,
Takut Monster =Teratophobia,
Takut Mukanya Merah =Ereuthophobia,
Takut Mulut Kejang =Tetanophobia,
Takut Muntahan =Emetophobia,
Takut Naik Mobil =Ochophobia,
Takut Naik Pesawat =Aerophobia,
Takut Naik Pesawat =Aviophobia,
Takut Nama Nama =Namatophobia,
Takut Neraka =Hadephobia,
Takut Neraka =Stigiophobia,
Takut Ngaca =Eisoptrophobia,
Takut Ngaceng =Ithypallophobia,
Takut Ngebut =Tachophobia,
Takut Ngengat =Mottophobia,
Takut Noda =Rupophobia,
Takut Nomer =Numerophobia,
Takut Nyeri =Algophobia,
Takut Nyeri =Odynephobia,
Takut Obat Baru =Neopharmaphobia,
Takut Ombak =Cymophobia,
Takut Operasi =Tomophobia,
Takut Orang Asing =Xenophobia,
Takut Orang Asing =Xenophobia,
Takut Orang Botak =Peladophobia,
Takut Orang Buntung – Apotemnophobia,
Takut Orang Suci – Hagiophobia,
Takut Otot Gerak Sendiri – Ataxiophobia,
Takut Panas – Thermophobia,
Takut Parasit – Parasitophobia,
Takut Paus – Papaphobia,
Takut Pelecehan Seksual – Agraphobia,
Takut Pelecehan Seksual – Contreltophobia,
Takut Peluru – Ballistophobia,
Takut Pembicaraan Dinner – Deipnophobia,
Takut Pemerkosa – Virginitiphobia,
Takut Pendapat – Allodoxaphobia,
Takut Pendeta – Hierophobia,
Takut Pengemis – Hobophobia,
Takut Pengetahuan – Epistemphobia,
Takut Pengetahuan – Gnosiophobia,
Takut Penis – Phallophobia,
Takut Penis Berdiri – Medorthophobia,
Takut Penis Loyo – Medomalacuphobia,
Takut Penyakit – Pathophobia,
Takut Penyimpangan Seks – Paraphobia,
Takut Peralatan Listrik – Electrophobia,
Takut Perancis – Francophobia,
Takut Perjalanan – Hodophobia,
Takut Perkara Hukum – Liticaphobia,
Takut Perubahan – Metathesiophobia,
Takut Petir – Astrapophobia,
Takut Pikiran – Psychophobia,
Takut Pin – Balenephobia,
Takut Pin – Enetophobia,
Takut Pingsan – Ashenophobia,
Takut Pohon – Dendrophobia,
Takut Politikus – Politicophobia,
Takut Pria – Hominophobia,
Takut Puisi – Mertophobia,
Takut Pusaran Air – Dinophobia,
Takut Rabies – Hydrophobophobia,
Takut Rabies – Kynophobia,
Takut Racun – Iophobia,
Takut Racun – Toxiphobia
Takut Rambut – Chaetophobia,
Takut Rambut – Trichopathophobia,
Takut Rasa – Geumaphobia,
Takut Rayap – Isopterophobia,
Takut Reptil – Batrachophobia,
Takut Reptil – Herpetophobia,
Takut Ruang Kosong – Cenophobia,
Takut Ruangan – Koinoniphobia,
Takut Ruangan Kosong – Kenophobia,
Takut Rumah – Ecophobia,
Takut Rumah Sakit – Nosocomephobia,
Takut Rusia – Russophobia,
Takut Sakit Demam – Pyrexiophobia,
Takut Sakit Diabetes – Diabetophobia,
Takut Sakit Ginjal – Albuminurophobia,
Takut Sakit Jantung – Cardiophobia,
Takut Sakit Jiwa – Dementophobia,
Takut Sakit Jiwa – Maniaphobia,
Takut Sakit Kelamin – Cyprianophobia,
Takut Sakit Kolera – Cholerophobia,
Takut Sakit Kulit – Dermatophathophobia,
Takut Sakit Kusta – Leprophobia,
Takut Sakit Otak – Meningitiophobia,
Takut Sakit Syphilis – Syphilophobia,
Takut Sakit Syphillis – Luiphobia,
Takut Salib – Staurophobia,
Takut Salju – Chionophobia,
Takut Sama Gadis – Parthenophobia,
Takut Sapi Jantan – Taurophobia,
Takut Saudara – Syngenesophobia,
Takut Sayuran – Lachanophobia,
Takut Segala Sesuatu – Polyphobia,
Takut Segalanya – Panophobia,
Takut Sekitar Rumah – Eicophobia,
Takut Sekitar Rumah – Oikophobia,
Takut Sekolah – Scoionophobia,
Takut Seks – Genophobia,
Takut Semangat – Pneumatiphobia,
Takut Semut – Myrmecophobia,
Takut Sendiri – Isolophobia,
Takut Sendirian – Autophobia,
Takut Sendirian – Monophobia,
Takut Senjata Api – Hoplophobia,
Takut Senjata Nuklir – Nucleomituphobia,
Takut Sepeda – Cyclophobia,
Takut Serangga – Epistaxiophobia,
Takut Serangga – Insectophobia,
Takut Seruling – Aulophobia,
Takut Sesuatu dari Kiri – Sinistrophobia,
Takut Sesuatu yang Baru – Kainolophobia,
Takut Sesuatu yang Baru – Neophobia,
Takut Sesuatu yang Besar – Megalophobia,
Takut Sesuatu yang Kecil – Microphobia,
Takut Silau – Photoaugliaphobia,
Takut Simbol – Symbolophobia,
Takut Simetris – Symmetrophobia,
Takut Sinar X – Radiophobia,
Takut Situasi yang Menakutkan – Counterphobia,
Takut Skabies – Scabiophobia,
Takut Suara – Acousticophobia,
Takut Suara Keras – Ligyrophobia,
Takut Suara Telpon – Phonophobia,
Takut Subuh – Eosophobia,
Takut Sungai – Potamophobia,
Takut Surga – Ouranophobia,
Takut Surga – Uranophobia,
Takut Susah Be’ol – Coprastasophobia,
Takut Tabuhan – Spheksophobia,
Takut Takut Anak Anak – Pedophobia,
Takut Tali – Cnidophobia,
Takut Tambah Berat – Obesophobia,
Takut Tambah Berat – Pocrescophobia,
Takut Tanaman – Batonophobia,
Takut Tangga – Climacophobia,
Takut Tanggung Jawab – Paralipophobia,
Takut Tantangan – Heresyphobia,
Takut Tawon – Melissophobia,
Takut TBC – Phthisiophobia,
Takut TBC – Tuberculophobia,
Takut Tebing – Cremnophobia,
Takut Teknologi – Technophobia,
Takut Tekstur Tertentu – Textophobia,
Takut Telanjang – Gymnophobia,
Takut Telanjang – Nudophobia,
Takut Telpon – Telephophobia,
Takut Tempat Sempit – Stenophobia,
Takut Tempat Terbuka – Agoraphobia,
Takut Tempat Tertentu – Topophobia,
Takut Tempat Tertutup – Claustrophobia,
Takut Tempat Tinggi Terbuka – Aeroacrophobia,
Takut Terbahak – Geliophobia,
Takut Terbang – Pteromerhanophobia,
Takut Tergantung pada Orang – Soteriophobia,
Takut Terkontaminasi Debu – Misophobia,
Takut Terkunci – Cleisiophobia,
Takut Tidak Sempurna – Atelophobia,
Takut Tidak Simetris – Asymmetriphobia,
Takut Tidur – Clinophobia,
Takut Tidur – Somniphobia,
Takut Tikus – Murophobia,
Takut Tikus – Suriphobia,
Takut Tikus Besar – Zemmiphobia,
Takut Tornado – Lilapsophobia,
Takut Tuhan – Theophobia,
Takut Tulisan Tangan – Graphophobia,
Takut Tuma – Verminophobia,
Takut Uang – Chrematophobia,
Takut Ujian – Tertaphobia,
Takut Ular – Ophidiophobia,
Takut Ular – Snakephobia,
Takut Upacara Seremonial – Teleophobia,
Takut Vaksinasi – Vaccinophobia,
Takut Vertigo – Illyngophobia,
Takut Waktu – Chronophobia,
Takut Wangi-Wangian – Osphesiophobia,
Takut Wanita – Gynephobia,
Takut Wanita Cantik – Caligynephobia,
Takut Wanita Cantik – Venustraphobia,
Takut Wanita Sihir – Vitricophobia,
Takut Warga – Anthropophobia,
Takut Warna – Chromatophobia,
Takut Warna Hitam – Melanophobia,
Takut Warna Kuning – Xanthophobia,
Takut Warna Putih – Leukophobia,
Takut Warna Ungu – Porphyrophobia,
Takut Wayang – Pupaphobia.

Jumat, 17 Mei 2013

Gempa Bumi

  Gempa Bumi

   Gempa bumi ialah  getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Dilihat dari intensitasnya, ada dua macam gempa
       a.   Macrosaisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat
       b.   Microsieisme, yaitu gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.
  •  Jenis – jenis gempa :
1.Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi.
2.Gempa bumi tektonik ( Pergeseran Lempeng )
 Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. 
 3.Gempa bumi tumbukan 
 Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
4.Gempa bumi runtuhan 
 Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempa bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
5.Gempa bumi buatan 
 Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit atau nuklir.
  • KOSA KATA GEMPA BUMI
1 Magnitudo – banyaknya energi yang dilepas pada suatu gempa yang tergambar dalam besarnya gelombang seismik di episenter. Besarnya gelombang ini tercermin dalam besarnya garis bergelombang pada seismogram.
2  Episenter – titik di permukaan bumi tepat di atas fokus atau sumber gempa, dinyatakan dalam lintang dan bujut, Hyposenter=parameter sumber gempa bumi yang dinyatakan dalam waktu terjadinya gempa, lintang, bujur dan kedalaman sumber)
Fokus – sumber gempa di dalam bumi, tempat batuan pertama patah.
4 Gelombang seismik – getaran gempa yang menjalar di dalam dan dipermukaan bumi dengan cara longitudinal dan transfersal.
5 Intensitas – besarnya goncangan dan jenis kerusakan ditempat pengamatan akibat gempa. Intensitas tergantung dari jarak tempat tersebut dari  hyposenter.
6 Kerak bumi – lapisan atas bumi yang terdiri dari batuan padat. Baik tanah di daratan maupun di dasar laut termasuk kerak bumi.
7.Litosfir – lapisan paling atas bumi yang hampir seluruhnya terdiri dari batuan padat. Lapisan ini termasuk kerak bumi dan (sebagian) mantel atas
8 Mantel – Lapisan di bawah kerak bumi yang tediri dari mantel atas dan mantel bawah.
9 Lempeng Tektonik - bagian dari litosfir bumi yang padat atau rigid. Lempeng-lempeng tektonik ini senantiasa bergerak dengan lambat, terapung diatas mantel.
10  Seismograf – peralatan yang menggambarkan gelombang gempa yang datang di stasiun pengamat.
11  Seismogram – catatan tertulis dari getaran bumi yang dihasilkan oleh seismograf.
12  Seismologist – ilmuwan yang mempelajari gempa
13  Skala Mercalli – suatu ukuran subyektif kekuatan gempa dikaitkan dengan intensitas-nya
14  Skala Richter – suatu ukuran obyektif kekuatan gempa dikaitan dengan magnitudo-nya
15  Sesar – patahan atau pemisahan batuan, umumnya di antara dua atau lebih plat tektonik
 












Cara Mematikan Autorun


Cara Mematikan Autorun
Berikut langkah-langkah cara mematikan atau menonaktifkan autorun dan autoplay untuk pencegahan masuknya virus dalam komputer anda:
  • Jalankan run dengan cara mengetikkan kata run pada kotak pencarian start menu atau menggunakan shortcut windows + R
  • Selanjutnya ketikkan “gpedit.msc” maka akan terbuka jendela baru.
  • Klik Computer Configuration
  • Selanjutnya pilih sub menu Adiministrative Templates > windows components > autoplay policies.
  • Klik kanan pada Turn off Autoplay.
  • Pilih Edit, kemudian centang Enable dan tekan tombol OK.
  • Selesai
Cara lain  Mematikan Autorun pada windows 7
·         1. langkah pertama buka Contol Panel > Hardware and Sound > AutoPlay
2. hilangkan tanda centang pada bagian Use AutoPlay for all media and device
·         3. selanjutnya ketik gpedit.msc pada menu Run dan tekan enter
·         4. Pada Local Group Policy Editor tekan 2X Turn off AutoPlay.
5. Pilih Enable untuk mematikan fungsi AutoPlay.
·         Bila fungsi autoplay pada komputer kalian sudah dinonaktifkan, dan suatu hari mau menaancapkan flashdisk ke komputer jangan sekali-kali melakukan double tekan atau open pada drive tetapi tekan kanan – explore.
·         Semoga dengan tips Cara Mematikan Autorun Windows XP dan Windows 7 ini bisa bermanfaat bagi kalian semuanya terutama yang sering menghubungkan flashdisk ke komputer.